Sabtu, 11 Maret 2017

Aku Dia Tak Sama

Aku Dia Tak Sama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dentingan piano lagu Für Elise karangan Ludwig van Beethoven selalu ku dengar setiap ku memasuki rumah sepulang sekolah. Ya gadis anggun yang tengah melentikkan jarinya ke material putih hitam itu adekku namanya Mona, dia seumuranku namun beda 5 menit setelah ku lahir di dunia.
“Lisa” teriak mama
Tanpa meghiraukan suara itu, aku langsung masuk rumah dan hampir menaiki tangga.
“Lisa” teriakkan mama untuk kedua kalinya. Akupun berhenti sejenak dari langkah kaki yang telah menginjak tangga pertama.
“Tidak sopan! Masuk ke dalam rumah tanpa permisi, lihat baju kamu berantakan sekali, pulang jam segini dari mana saja kamu?” bentak mama cukup keras.
Tanpa berpaling badan aku menjawab “Bukan urusan mama”.
“Kamu ini maunya apa sih, selama ini mama cukup sabar menghadapi kamu. Tapi lama-kelamaan kamu semakin kurang ajar terhadap mama. Lihat itu Mona walaupun dia tak seberuntung kamu, dia bisa membuat mama bangga terhadapnya. Sedangkan kamu, Apa.. apa yang bisa mama banggakan!” hujat mama.
Itu.. itu.. dan itu.. yang setiap hari dan selalu kudengar dari perkataan mama, sungguh sakit mendengarnya. Aku selalu diam tanpa menanggapi ucapan itu. Namun kali ini aku sungguh me
... baca selengkapnya di Aku Dia Tak Sama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 07 Maret 2017

Untuk Sahabat

Untuk Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jam menunjukkan pukul 2 siang. Ponselku bordering, ada pesan masuk dari Vivi.
“Chita, udah lama nunggu ya? Lima menit lagi aku nyampe, macet nih,”
“Tenang aja Vi, aku lagi nggak buru-buru kok, aku tunggu di meja biasa ya,”

Aku memandang ke luar café. Ada banyak orang yang hilir mudik memasuki pusat perbelanjaan terbesar di kotaku. Mulai dari anak-anak, remaja, anak kuliahan sampai nenek-nenek dengan pengasuhnya lalu lalang di depan café dimana aku menghabiskan satu jam terakhirku. Ya, satu jam untuk menunggu Vivi.

Semalam gadis itu meneleponku, menangis. Dia tak banyak bercerita, hanya menginginkan aku menemuinya di café favorit kita. Aku setuju. Dan hari ini aku meninggalkan kelas dan kampusku. Untung saja aku tak ada jadwal mengajar. Urusan dengan mahasiswaku juga sudah aku cancel. Sore ini benar-benar aku luangkan untuk wanita berparas ayu ini.

Vivi tergopoh menghampiriku. Wajahnya yang cantik di usianya yang memasuki seperempat abad sangat kukenal. Wajah ayu khas puteri keraton dipadukan dengan kulit putih khas peranakan Eropa. Perfect!
“Maaf banget Chita, aku telatnya kebangetan. Ada deadline desain yang harus segera aku selesaikan. Mana macet pula,”
Aku tersenyum. Menyuruhnya memesan sesuatu sebelum obrolan kami berlanjut ke tahap yang lebih serius. Ya, ini hanya perkiraanku terkait dengan kejadian semalam. Tangisan Vivi.
“Jadi, ap
... baca selengkapnya di Untuk Sahabat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 05 Maret 2017

Break Your limit

Break Your limit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Ahmad Arwani

Tahukah anda siapa pemegang paten terbanyak di dunia sepanjang masa? Dialah Thomas Alfa Edison dengan 1093 jenis patennya. Dengan tidak mengenal batas dia coba bereksplorasi dari 1 kegagalan ke kegagalan lainnya. Dari kegagalan-kegagalan tersebut dia menemukan banyak kendala dan keterbatasan. Namun semua itu tidak mempan menghadang langkahnya, justru dari situlah muncul berbagai ide lain yang akhirnya berhasil diwujudkan. Jika dia terpaku pada kendala dan keterbatasan, kita tidak akan pernah mengenal lampu pijar seperti saat ini bukan?.

Siapa pula yang tidak kenal dengan Kolonel Sanders. Semua orang pasti mengenalnya sebagai salah satu koki yang mendunia dengan Kentucky Fried Chicken. Tapi kira-kira sadarkah anda bahwa resep ayamnya laku setelah mengetok pintu ke seribu? Artinya dia tidak pernah menyerah seratus, duaratus, lima ratus delapan ratus pintu dilewati untuk akhirnya menemukan pintu ke seribu yang membelalakkan mata dunia di kemudian hari.

Sadarkah diantara kita, kita terlalu terpaku pada li
... baca selengkapnya di Break Your limit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1